Sumpah Pemuda versi gw…!!

November 3rd, 2008 by zaoxs

Coba sebutin isi sumpah Pemuda secara lengkap dan benar!!!

Sekilas bagi sebagian orang terutama anak sekolah, kaum nasionalis tinggi, atau pun mereka yang memiliki ingatan panjang, perintah tersebut merupakan hal yang mudah. Tapi bagi sebagian lain, yang sudah lama tidak buka catatan sejarah bangsa, daya ingat kurang, maupun orang yang grogi karena sedang mengerjakan ujian pertanyaan tersebut mungkin lumayan bisa bikin pusing dan jengkel.

jengkel karena pertanyaan tersebut merupakan pertanyaan yang lumayan mudah, tiap tahun diperingati dan dibacakan, tapi tidak bisa dijawab dengan benar. percayalah banyak orang yang kayak gini, termasuk gw sendiri dan mungkin anda yang sedang bac blog ini. Dalam sebuah tes penerimaan CPNS Akibat terlalu menghafal isi teks proklamasi, ketika ditanya isi sumpah pemuda , dengan yakin gw menulis :

  • Kami Bangsa Indonesia dengan ini menyatakan berbangsa satu, bangsa Indonesia
  • Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan bertanah air satu, tanah air Indonesia
  • Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan berbahasa satu, berbahsa Indonesia.

Untungnya bukan hanya gw yang berpikiran demikian, banyak dari teman-teman gw yang mengikuti tes yang sama yang tidak mampu untuk menuliskan isi Sumpah Pemuda dengan benar haha…jadilah Sumpah Pemuda versi gw…!!

July 5th, 2008 by zaoxs

Spanyol emang layak jadi juara Euro 2008 karena :

1.      Satu-satunya tim yang tidak terkalahkan di Euro, bahkan sejak 2006

2.      Satu-satunya tim yang paling konsisten menampilkan permainan menyerang yang menarik dan indah (nilai minus pas lawan italia)

3.      Tim yang paling subur di Euro sekarang (12 gol), dan juga paling sedikit kebobolan (3 gol)

4.      Barisan depan tetap subur sekalipun dipasang bergantian (Villa : 4 gol, Torres : 2 gol, Guiza:  2 gol)

5.      Strikernya (Villa) menjadi satu-satunya yang pemain yang mencetak hattrick sekaligus juga top skorer kompetisi dengan 4 gol

6.      Lolos ke final dengan meyakinkan 3 gol tanpa balas ke negerinya  Rasputin

7.      Tetap bermain bagus di final sekalipun merubah formasi inti gara-gara Villa cedera

8.      Mengalahkan sang juara dunia, Italia sekalipun lewat adu penalti (padahal jagoan gw juga)

9.      Liga Spanyol merupakan salah satu liga terbaik di dunia

10.  Punya beberapa pemain yang memiliki umpan-umpan gila : xavi, iniesta dan fabregas

11.  Sudah 44 tahun puasa gelar di level internasional

12.  Aragones merupakan pelatih tertua (69),bulan depan ultah ke 70 lagi. Jadi pelatih-pelatih lain pada segan

13.  Didukung ma gw…. hahaha

Jerman emang gak pantas jadi juara karena :

1.      Pernah kalah di penyisihan grup

2.      Permainan tidak konsisten

3.      Lini belakang rapuh (kebobolan 7 gol)

4.      Barisan striker mandul (Klose : 2 gol, Kuranyi : 0, Gomes : 0, Neuville : 0 ; Podolski gak diitung penyerang)

5.      Lolos ke final kurang meyakinkan (menang 3-2 melawan Tim Turki 2, menit akhir pula)

6.      Bermain buruk di final, padahal sudah turun full team

7.      Kualitas Liga Jerman masih dibawah Liga Spanyol

8.      

Ada

si Mr. Runner-Up, Michael Ballack

9.       Kagak gw dukung …hahaha

Mending Geng Ibu Riweuh lah…..

June 28th, 2008 by zaoxs

Indonesia

Heboh… masyarakat gempar. Beredar video di hp yang menunjukkan aksi kekerasan oleh geng yang ngakunya bernama Geng Nero di Pati. Gak tau berhubungan atau gak, Cuma nama yang dipakai aja dah nunjukin bahwa tu geng emang main kasar, n lebih mengutamakan kekerasan. Siapa sih yang gak tau Nero, kaisar Romawi tempo doeloe, yang membakar

kota

Roma sendiri n menyiksa para pengikut monoteisme (Kristen) dulu. Yang lebih mengejutkan lagi, geng ini semuanya terdiri dari cewek. Pemimpinnya cewek, anggotanya juga cewek. Mereka bakal main pukul begitu ngeliat ada cewek lain yang lebih cakep (gw bertaruh kyknya alesan ini yang paling memotivasi mereka, klo gak percaya, silakan nilai sendiri di tv-tv, hehehe), lebih pinter, lebih seksi, lebih bahenol, lebih langsing, lebih gendut, lebih kaya dan lebih2 lainnya kali.. entahlah alesan mereka bikin geng2an kayak gitu. Mungkin ada yang pingin terlihat sebagai cewek yang paling kuat (untung temen gw yang ingin jadi ce kuat gak ikutan kayak gini). Atau juga ngerasa masih jaman perang, atau persiapan ikut wamil kalo ntar udah disahin ma DPR, atau pingin nyaingin ketenaran geng motor yang didominasi kaum cowok. Yang jelas fenomena ini kyknya menarik untuk dijadikan perdebatan gender. Jadi penasaran apa yang bakal dikatakan oleh dosen gender gw dulu. “dikotomi cewek atau cowok

kan

itu konstruksi sosial, kenapa kita masih memperdebatkan kehadiran geng itu hanya karena semua pelakunya adalah cewek. Coba kalo isinya cowok, saya rasa banyak yang menganggap hal itu sebagai sesuatu yang lumrah atau biasa, geng motor yang kebanyakan cowok aja masih banyak yang nganggep biasa..” gitu kali tutur dosen gw itu. Gak tau lah klo dah debat ma tu dosen, emang kaum cowok kayaknya kudu tiarap, jangan ngebangga-banggain lebih dari cewek. Kalo gak, siap2 aja nilai d atau e di transkrip ntar (jadi inget ujian gw yang cuma dapet b setelah gw ditekan buat menghina2 kaum sendiri,…sorry guys, duh  mudah2an dosen gw itu gak baca ini…). Tapi yang jelas, setau gw wanita-wanita

Sparta

(kalo gak tau bangsa ini, tonton film 300….) yang dibilang sebagai wanita-wanita kuat kyknya gak ngelakuin hal-hal kayak geng nero itu. Atau mereka mungkin terinspirasi oleh wanita-wanita amazon yang katanya (ini juga klo mereka emang beneran ada) semua isi suku-nya adalah wanita n jagoan semua (kayaknya asyik ni klo berkunjung ke mereka.. hahaha). Klo gw siy, tetep prinsip gw co n ce itu setara dengan kondisi yang berbeda. Tapi apa yang dipertontonkan oleh geng nero itu gw rasa dah terlalu melampaui batas, apalagi buat zaman sekarang. Gw kasihan aja ama ibu kita Kartini (yang berganti nama jadi ibu Harum gara-gara lagunya) n ibu Dewi Sartika kalo mereka berdua tau ada cewek-cewek

Indonesia

yang kayak geng ini. Mudah2n kasus ini hanya menjadi kasus khusus, n gak ada geng-geng nero lainnya. Masih mending ngeliat geng ibu riweuh dari soreang yang ada di iklan deterjen itu lah gw mah… hehehe

Repicking The Drop Trophy…

May 24th, 2007 by zaoxs

Semua 542998_bigportraitorang mungkin tidak menyangka, termasuk saya sendiri, laga pamungkas dari perhelatan akbar tahunan di Eropa akan ditentukan oleh sentuhan maut dari seorang pemain yang sudah terhitung uzur, kurang ber-skill dan di vonis mendekati masa emasnya. Inzaghi namanya. Dengan postur kurus untuk seorang pemain bola , plus kelemahan dia dalam kemampuan teknik individu, membuat orang tidak percaya bahwa dirinya telah mengoleksi ratusan gol selama karirnya. Bahkan saat ini dia tercatat sebagai orang Italia tersubur di pentas Eropa.  Insting dan positioning. Dua faktor itu yang membuat dirinya mungkin cukup ditakuti oleh bek-bek lawan. Simak golnya pertama ke gawang Liverpool, mungkin orang-orang menganggapnya sebagai keberuntungan semata ketika dia membelokkan arah tendangan bebas Pirlo. Tapi  insting dan positioning yang dia miliki juga mungkin berperan, karena proses gol tersebut bukan yang pertama dlakukan olehnya. Beberapa musim lalu, dia pernah melakukan hal yang sama ketika melawan Inter Milan di Serie-A. Bola yang dibelokkan pun sama-sama berasal dari tendangan bebas Pirlo. Kegemarannya untuk selalu berusaha lolos dari jebakan off-side membuat kubu lawan selalu kesal menghadapinya. Dengar pendapat Alex Ferguson mengenai hal tersebut. “Inzaghi mungkin  akan terjebak off-side hingga 9 kali dalam satu pertandingan, tapi pada usaha yang kesepuluh dia akan lolos dan bepeluang mencetak gol. Dia memang telah dilahirkan dalam posisi off-side.” Jangan mengharapkan gol spektakuler lahir dari kepala, kaki ataupun dadanya, karena baginya , apapun caranya sebuah gol tetaplah gol. Tipe oportunis sejati. Tidak jarang dia bukan hanya menjauhi lawan yang menempelnya melainkan juga kawan-kawannya, atau meneruskan bola yang sudah meluncur masuk ke gawang. Mungkin bukan hanya lawannya yang jengkel, melainkan rekan-rekannya di lapangan. Namun sepanjang dia telah membawa berbagai kemenangan bagit timnya, teman-temannya mungkin tidak menghiraukannya. Tidak ada yang istimewa dari fisiknya. Dengan badan tidak sekuat Vieri, ataupun lari secepat Ronaldo, membuatya mudah untuk dijatuhkan lawan. Jadilah dia menutupinya dengan skillnya yang lain, diving. Sudah umum, Inzaghi dikenal sebagai raja diving, tukang selam kalau istilah bahasa lainnya. Selalu terus mencoba bergerak memanfaatkan kelengahan wasit dan hakim garis terutama ketika masuk ke dalam area penalti. Meski sekarang korps baju hitam tersebut sudah mengetahui berbagai triknya sehingga sering tidak menghiraukannya lagi. Gaya permainannya tidak pernah memuaskan penonton, bahkan lebih banyak cercaan daripada pujian dia terima. Tidak sedikit supporter Milan yang tidak menyukai gayamainnya. Pada laga final, para penonton berteriak kecewa ketika dia melewatkan umpan matang dari Kaka melalui ruang diantara dua kakinya. Tapi Inzaghi tetaplah Inzaghi. Dengan segala insting, kematangan dan pengalamannya, umpan bersih Kaka dapat dia konversi menjadi gol keduanya malam itu. Gol yang unik karena setelah berhasil melewati hadangan Reina, dia hanya menyentuh bola dengan pelan yang justru mengecoh Reina yang sudah bergerak menyangka bola akan ditendang dengan keras. Milan menang, supporter senang. Dia mungkin bukan tipe penghibur penonton melalui permainan seperti halnya Kaka atau Ronaldinho, tapi dia tetap menghibur penonton melalui hasil kemenangan.  

Terlepas dari dua gol kemenangan Inzaghi, sebenarnya yang paling layak mendapatkan gelar Man of The Match adalah Alessandro Nesta. Dengan ketangguhannya mengawal barisan pertahanan Milan untuk tidak kebobolan hingga rekan-rekannya membawa Milan unggul 2 gol, Nesta menunjukkan permainan yang berkelas dan penuh hati. Tacklingnya yang bersih dan indah berkali-kali membuat Gerard frustasi. Nesta – dan Maldini – yang terus memelihara mental para pemain Milan ketika Liverpool berinisiatif mengambil kendali permainan sejak awal. Tercatat hanya sekali dia melakukan kesalahan ketika ‘melepaskan’ Gerard hingga tinggal hanya berhadapan dengan Dida. Tapi itulah nasib pemain bertahan. Beda dengan penyerang, sekalipun tampil buruk selama 89 menit , tapi menit terakhir berhasil mencetak gol, apalagi membawa kemenangan, puja-puji datang. Sedangkan bagi bek – dan kiper, bermain bagus 89 menit dan menit terakhir kebobolan atau melakukan tindakan bodoh, sudah pasti caci maki menghampiri. Begitulah dialami Nesta. Meski gol Kuyt bukan karena kesalahannya. Yang jelas, Milan memang layak mendapatkan gelar tersebut tahun ini. Ibaratnya, Milan telah memungut kembali trofi yang sempat jatuh 2 tahun lalu di Istanbul dan dipungut oleh Liverpool. Padahal trofi tersebut sudah berada di genggamannya. Kemenangan Milan terasa lebih dramatis lagi jika mengingat bahwa mereka dikepung tiga tim Anglo-Saxon pada babak semifinal dan di final bertemu dengan tim yang selama dua tahun terakhir mengganggu tidur nyenyak Ancelotti dan para pemain Milan hingga Berlusconi sendiri. Dalam sejarah diplomatik, Turki 542438_biglandscape_1memang selalu berseberangan dengan Yunani, maka tidak heran jika final di Athena tahun ini pun berkebalikan dengan hasil Istanbul dua tahun lalu .… Congratulazioni Milan.

?..><..?

May 15th, 2007 by zaoxs

Arogansi mungkin merupakan salah
satu bawaan manusia sejak dia dilahirkan kedunia ini. Hampir setiap manusia selalu ingin tampil,
dipuji, disanjung atau juga diperhatikan. Seringkali sanjungan, pujian dan
perhatian yang berlebihan membawa manusia menjadi seorang makhluk yang arogan,
merasa tidak pernah salah, dan juga selalu memegang kontrol atas segala
sesuatu. Hal ini bukanlah suatu anomali atau suatu tindakan yang abnormal
dilihat dari sisi psikologis  seorang
manusia maupun dari sisi kodrati. Tuhan telah menciptakan manusia disertai sisi
baik dan sisi buruk didalamnya. Permasalahannya adalah bagaimana seorang
manusia dapat mengeluarkan semua sisi baik yang telah Tuhan tanamkan tersebut
sementara di saat yang bersamaan ia juga harus mengendalikan sifat-sifat
buruknya. Harus diakui, tidak ada yang sempurna di dunia ini. Semua ciptaan
manusia memang tidak akan pernah benar-benar baik. Yang ada hanyalah pembagian
porsi antara baik dan buruk yang berbeda. Bangunan sekokoh apapun pada akhirnya
akan mengalami kehancuran. Begitu pula dengan semua pribadi dan tokoh yang kita
kagumi pun selalu tidak lepas dari kesalahan. Manusia terkadang selalu memiliki
rasa sebagai pengendali atas kehidupan. Berbagai pilihan dalam kehidupan
disebutnya sebagai bagian dari kontrol tersebut. Oleh karena rasa tersebut maka
manusia di atas bumi ini selalu bertindak seenaknya. Penghancuran lingkungan
dapat dikatakan sebagai salah contoh dari perbuatan manusia yang hanya
memikirkan dirinya sendiri dan sangat egoistik. Dalihnya adalah untuk
kemaslahatan umat manusia itu sendiri. Pemikiran bercorak antroposentris inilah
yang kadang membawa umat manusia ke dalam jurang kehancuran.
Terkadang
dengan berdasarkan dalih tersebut , manusia selalu mengorbankan manusia
lainnya. Akibatnya timbullah berbagai tragedi kemanusiaan yang pernah dicatat
oleh sejarah dengan tinta yang hitam. Genosida begitu mudah terjadi di berbagai
belahan dunia. Nyawa seorang manusia lain yang berbeda dengannya dianggap sama
dengan nyawa binatang. Padahal saat ini saja binatang sudah banyak mendapat
perlakuan yang lebih manusiawi ketimbang manusia itu sendiri. Inilah yang
membuat seorang Merovingian dalam film Matrix
membantah pendapat manusia sebagai pemegang kontrol kehidupan. Manusia sebenarnya bukanlah yang memegang kontrol
kehidupan. Dibelakang semua tindakannya dan yang membuat pilihan itu menjadi
ada di depan matanya , terdapat sebuah penyebab yang membuatnya demikian.
Intinya bahwa sebenarnya manusia adalah korban dari kausalitas. Semua pilihan
hidup yang hadir di depannya datang karena ada sebab-sebab tertentu. Dan dari
sebab tersebut akibatnya manusia melakukan tindakan tertentu yang juga bisa
menjadi penyebab bagi tindakan lain. Hal ini terus berlangsung di seputar kehidupan manusia terus menerus. Pertanyaan-pertanyaan
seperti apakah manusia bisa keluar dari hukum kausalitas tersebut atau bisakah
seorang manusia berjalan, berfikir dan bertindak secara bebas dari sendiri
bukan karena pengaruh-pengaruh lainnya tetapi berdasar atas otonomisasi
pemikirannya sendiri akan selalu dimunculkan. Jika dipikirkan lebih mendalam
lagi tidak tepat juga jika sesuatu yang mendorong manusia itu bertindak datang
karena kebetulan atau tiba-tiba. Kausalitas sendiri pada akhirnya akan berujung
kepada adanya sebuah eksistensi atau peyebab utama lain yang bersifat mutlak,
tidak tergantung kepada adanya eksistensi lainnya. Bahkan mungkin Eksistensi
inilah yang merupakan kausalitas pertama adanya dunia ini. Harus disadari pula
disini bahwa eksistensi mutlak tersebut jelas bukanlah manusia itu sendiri,
Karena manusia merupakan eksistensi yang relative dan dependen. Kehadiran dan
kelangsungan hidupnya di dunia ini sangat bergantung kepada eksistesi lain. Disinilah
sosok sebenarnya manusia terlihat. Bahwa dia sebenarnya adalah makhluk yang
lemah dan tak berdaya. Oleh karenanya manusia tidak layak untuk sombong dan
arogan.  Untuk menjalani hidup saja  dia harus mengikuti takdir yang telah
digariskannya. Boleh jadi apa yang dikatakan oleh seorang Henry Miller benar,
bahwasanya  setiap orang telah memiliki
garis takdirnya sendiri yang harus diikuti dan diterima kemanapun takdir
membawanya.

Congkakis & Optimisis

April 6th, 2007 by zaoxs

Congkak
(sombong kata lainnya ) dan optimis. Dua kata yang perbedaan maknanya
dapat dibilang sangat tipis, saat ini sedang menjadi bahan perdebatan
anak 03 dalam masa-masa porang dan porjur ini. Congkak pasti berarti
optimis di dalamnya, sementara optimis tidak selalu disertai
kecongkakan. Si Joni selalu menganjurkan anak2 untuk congkak sebelum
main. Dia selalu bilang ”kayak orang Barat dong..kita bilang aj
kita akan bantai mereka dulu sebelum main..”  Pada saat Basket,
dimana anak2 03 jadi bulan2an anak2 angkatan lain, seorang temen
berkata ”di Basket boleh kita kayak gini, tapi kalo di Bola liat
aj, kita habisin semua….” Ada juga yang selalu bertanya ” Kapan
Basket kelar? Bola kapan mainnya? Udah gak sabar niy ngangkat trofi
juara buat kedua kalinya…..”  Yah..memang begitulah anak2. Banyak
yang menjadi kaum congkakis. Selalu merasa di atas angin. meskipun
keyakinan (tepatnya kecongkakan) mereka itu memang tidak tanpa
disertai perhitungan sama sekali. Sempet khawatir juga ma anak2 yang
berpandangan kayak gitu, soalnya pelajaran hidup yang gw dapetin,
biasanya kecongkakan merupakan awal dari sebuah kejatuhan. Dalam hal
ini berarti menjadi awal dari bencana. Pelajaran saat mengikuti
futsal yang diselenggarain salah satu produsen rokok dulu memang
cukup membekas. Sebelum pertandingan, anak2 (termasuk gw) selalu
bercanda disertai kecongkakan. ”eh entar duit juaranya buat ngapain
niy?”, ada juga yang berpikiran ”top skorer dapet berapa? Ntar
kira2 gw dapet berapa ya…?.”  temen gw satu lagi malah udah
ngerencanain ”ntar abis kelar kejuaraan ini, berarti gw langsung
pake duit juaranya buat beli sepatu…  ” prinsip yang berlaku saat
itu yang penting congkak aj dulu. Hasilnya…? jangan tanya deh.
Boro2 juara, main pertama aja langsung kalah. Meskipun dalam konteks
main-main, untuk mencari bahan ketawa, namun adanya unsur kecongkakan
menjadi salah satu sebab kekalahan  bagi kami saat itu.
Makanya
was-was juga ketika sebagian anak2 menyambut main pertama porang
dengan sifat over confidence itu. So gw nyoba ngambil sikap berbeda
ma anak2 saat itu. Ma LO yang selalu ribut nanyain kapan anak 03
menang  gw cuma bisa jawab bernada optimis  “ kita di Basket memang
ancur, tapi klo di Bola, Insya Allah anak2 bakal berbicara lebih
banyak…..”  sebagian temen yang lain juga nyoba optimis tapi gak
congkak. Narkong selalu ngingetin “ gak ngambil pelajaran apa dari
futsal dulu…?”

Untungnya
kecongkakan anak2 gak bertahan lama.
Kalah
saat main pertama meskipun bikin gw bt, untungnya membuat anak2
sadar. Sifat over-optimistik anak2 ternyata menjadi bumerang.
Kebobolan di menit2 awal gak bisa dibales meskipun dah nyerang dari
segala cara sepanjang permainan. Kayaknya itu menjadi pelajaran bagi
mereka, karena abis main, anak2 mulai berkurang intensitas
kecongkakannya. Si Joni bilang ke gw..”bener zak, congkak ma
optimis memang tipis banget bedanya..” Kata ”evaluasi, evaluasi”
mendadak langsung diteriakin buat ngadepin lawan berikutnya.
Alhamdulillah hasilnya anak2 tidak terlalu besar kepala dalam
pertandingan2 berikutnya. Untuk sementara congkak bisa disingkirkan
berganti dengan optimis setelah melakukan kalkulasi. Fokus nyari
kemenangan n gol yang banyak (biar jadi juara) membuat anak2 selalu
konsen dalam setiap pertandingan, gak peduli siapa lawannya. Gelar
juara pun akhirnya diraih yang sayangnya diikuti oleh post-champion
syndrome. Kecongkakan ank2 balik lagi bahkan melanda gw dan temen2
yang awalnya pendukung optimisme.
Namun
kali ini dengan teori baru :  congkak dihalalkan untuk sang juara…
hehehe

Anger Management

April 6th, 2007 by zaoxs

Manusia
memang makhluk yang kompleks dan sukar untuk diprediksi. Meskipun
ilmu tentang manusia sudah ada sejak lama, namun masih sangat sulit
untuk memprediksi dengan tepat semua kelakuan manusia sekalipun
manusia telah ada sejak Adam diciptakan oleh Tuhan. Mungkin hal ini
terjadi karena manusia memiliki perasaan. Perasaan di dalam hati
manusia memang sangat beragam. Benci, cinta,  putus asa, optimis,
sedih, senang, dan perasaan semacamnya selalu datang silih berganti
tergantung situasi yang dia hadapi. Situasi yang mengharuskan dia
bertindak sesuai dengan prinsip hidup yang dia pegang.
Marah
merupakan salah satu emosi manusia yang kerap dirasakan oleh manusia.
Hampir semua perasaan yang lain dapat berujung kepada emosi yang satu
ini. Biasanya terjadi ketika keadaan yang dihadapinya tidak sesuai
atau tidak dapat dia terima. Ketika kenyataan dia anggap tidak
memihak kepadanya bahkan cenderung membuat dia menderita baik fisik,
pikiran, maupun harga diri, maka akan sangat mudah baginya untuk
dihinggapi kemarahan. Hidup itu pilihan, begitu pula dalam cara
melampiaskan kemarahan seseorang. Tiap orang memiliki cara yang
berbeda. Ada yang langsung melampiaskannya dengan mengadu fisik
secara langsung, ada juga yang membuat strategi untuk membuat orang
yang menyebabkan dia marah untuk lebih menderita daripada dirinya
tanpa harus melalui kontak fisik. Namun ada juga yang selalu berusaha
menahan amarahnya. Mereka berusaha mengontrol agar amarah mereka
tidak melampaui batas. Pemikiran mereka sederhana, bahwa amarah dapat
membuat orang gelap mata dan tidak dapat berpikir dengan jernih.
Seseorang yang dipengaruhi oleh kemarahan dapat berbuat apa saja
untuk mewujudkan keinginan terkuatnya agar oang yang membuat dia
marah lebih menderita dan biasanya selalu tidak peduli dengan keadaan
sekitar termasuk dirinya sendiri. Dalam sebuah tim yang terdiri dari
beberapa orang yang saling bekerja sama, munculnya amarah pada salah
seorang anggota tim biasanya selalu mengganggu keharmonisan dan
kekompakan tim. Inilah yang biasanya digunakan oleh tim lawan ketika
ada dua tim saling bertemu.
Jika demikian
memang terlihat bahwa sangat penting untuk mengontrol amarah ini.

Sebuah
pepatah menyebutkan ” bukanlah orang kuat itu adalah orang yang
hidup dengan kekerasan, akan tetapi orang kuat itu adalah orang yang
dapat mengendalikan dirinya ketka marah.” Suatu pelajaran mungkin
dapat diambil dari kisah sahabat sekaligus sepupu Rasul SAW,
Sayyidina Ali bin Abi Thalib kw. Dalam sebuah perang dengan kaum
musyrikin, Ali berhasil memojokkan lawannya hingga tinggal
membutuhkan satu pukulan terakhir untuk mengalahkan musuhnya.
Tiba-tiba, di tengah ketidakberdayaannya, musuh tersebut meludahi
mata Sayyidina Ali. Mendadak, bukannya meneruskan gerakannya, Ali
justru menyarungkan kembali pedang Dzulfikarnya dan pergi
meninggalkan musuhnya yang memandangnya dengan penuh kebingungan.
Ketika ditanyakan kenapa Ali menghentikan serangannya padahal dia
berada dalam posisi yang menguntungkan, beliau menjawab bahwa beliau
berperang karena Allah, ketika matanya diludahi maka amarah pun masuk
ke dalam dirinya.
Oleh karenanya beliau
menghentikan serangan karena tidak mau membunuh karena amarah
semata.” Lebih jauh kita dapat mengambil pelajaran dari apa yang
dialami oleh Rasul SAW ketika beliau menyerukan islam di kota Thaif.
Di kota tersebut, beliau mendapatkan berbagai perlakuan yang tidak
semestinya seperti dihina, dilempari batu dan kotoran oleh masyarakat
Thaif. Bahkan menyebabkan beliau mengalami luka-luka yang lumayan
parah. Mengetahui hal tersebut, salah satu Malaikat ALLAH meminta
izin kepada Rasul untuk mengangkat bukit Thaif dan menimpakannya
kepada masyarakat Thaif yang telah membuat Rasul menderita. Namun
Rasul dengan tenang menolak permntaan tersebut, bahkan justru beliau
mendo’akan penduduk kota Thaif yang telah menyiksa dirinya.

Marah
bukan selalu berarti tidak baik. Terkadang kita juga dituntut untuk
mengambil sikap marah dalam kondisi tertentu. Kasus pemuatan
karikatur Nabi Muhammad SAW di Denmark tahun lalu mungkin memang
layak dijawab dengan kemarahan oleh masyarakat muslim. Akan tetapi
bagaimana cara melampiaskan kemarahan tersebut yang penting. Tidak
dengan memukuli orang-orang yang hanya kelihatan sama secara fisik
padahal tidak tahu menahu apa-apa. Atau melakukan pengrusakan
terhadap kedutaan besar suatu negara yang tidak berkaitan sama
sekali. Intinya masih banyak cara-cara lain untuk melampiaskan dan
mengendalikan kemarahan dibandingkan sekedar dengan kontak fisik
semata.    

Sepakbola Indonesia?……

January 18th, 2007 by zaoxs

Ada apa dengan sepakbola Indonesia?

Pertanyaan tersebut mungkin akan terus menggelayuti benak hampir seluruh masyarakat Indonesia. Berbagai hasil buruk yang diderita (terakhir kegagalan timnas di ajang Piala AFF) memang membuat masyarakat Indonesia semakin merindukan akan prestasi tertinggi dari timnas kesayangannya. Puasa gelar selama hampir satu setengah dekade dirasakan sudah cukup lama penantiannya. Bahkan saking tidak sabarnya untuk menghadirkan prestasi tertinggi, beberapa pihak berencana untuk melakukan naturalisasi pemain asing dari negara lain. program ini direncanakan setelah melihat prestasi Singapura yang sukses berkat kehadiran pemain naturalisasi mereka pada Piala Tiger 2004 lalu. Adanya rencana tersebut tak urung meimbulkan pertanyaan, "Benarkah faktor utama kegagalan timnas sepakbola Indonesia ini adalah kualitas pemain lokal yang kurang?." Faktanya berbagai pelatih asing yang dianggap memiliki track record baik (Bernhard Schuum, Ivan Kolev, hingga Peter Withe) tidak bisa mendatangkan gelar yang diidam-idamkan. Bahkan Withe, yang sebelumnya dianggap sebagai pelatih yang berhasil meletakkan fondasi sepakbola Thailand juga diambang pemecatan. Maka wajar jika muncul anggapan di sebagian masyarakat bahwa "Siapapu pelatihnya,mau sekaliber Lippi, Capello ato Scolari pun tidak bakalan membuat Indonesia juara, untuk level Asia Tenggara pun." Kenyataan yang sungguh menyedihkan jikalau seandainya anggapan itu memang benar. Padahal jikalau kita perhatikan kembali, Indonesia sebenarnya tidak kekurangan potensi-potensi muda. Masih ingat dalam ingatan saya bagaimana Bambang Pamungkas menanjak karirnya hingga ke luar negeri ketika dia masih duduk di bangku kelas tiga SMU atau skitar umur 17 tahunan. begitu pula Kurniawan. Ketika masih di Primavera dulu, tayangan golnya yang diciptakan dari lapangan tengah cukup membuat masyarakat Indonesia menyimpan harapan besar terhadap Timnas. Pada ajang Piala Tiger 2004 lalu, publik Indonesia kembali memiliki idola baru, Boaz Solossa yang usianya masih belia. Sekarang muncul nama Atep yang dianggap berpotensi menjadi pemain besar. Jelas dari berbagai nama tersebut Indonesia sebenarnya memiliki potensi para pemain muda yang tidak sedikit. tim Makassar Football Club yang terdiri dari anak-anak belia berhasil menduduki peringkat tiga Piala Danone di PRancis beberapa waktu lalu. mereka mengangkangi negara-negara hebat dalam tradisi sepakbolanya seperti Prancis dan Italia. Jika potensi pemain berbakat tidak bermasalah, berarti apa yang menjadi masalah utama? Jawabannya mungkin kompetisi dan mental pemain. Kompetisi Indonesia yang menjadi ajang pengasahan bakat-bakat muda tersebut dapat dikatakan sangat buruk. Tawuran antar pemain, negjar-ngejar wasit, memancing emosi penonton merupakan santapan utama ketika menyaksikan liga sepakbola indonesia. Ditambah makin kacaunya PSSI dalam menyelenggarakan kompetisi ini membuat bakat-bakat pemain tersebut terkubur oleh mental yang negatif. Dan hal ini membuat mereka kurang terasah kemampuannya sehingga bukannya semakin membaik namun justru makin melempem. Usia emas para pemain bola di luar biasanya sekitar umur 27 sampai 30. tapi di Indonesia pada umumnya usia emas seorang pemain bola ketika dia berumur 18-24 tahunan. Begitu cepat redupnya karir seorang pemain muda berbakat di Indonesia. Dengan demikian dapat ditarik garis merahnya bahwa penyebab utama gagalnya para pemain Indonesia di berbagai ajang datang dari PSSI sendiri. Patut dinantikan apa yang akan dilakukan oleh PSSI dalam mengevaluasi kegagalan timnas ini untuk menghadapi even yang lebih besar, Piala Asia. Mayarakat, yang sudah bosan dengan berbagai berita tidak mengenakkan tentang Indonesia (utang, flu brurung, kecelakaan, bencana) tentunya menginginkan berita positif yang sedikitnya dapat membuat mereka senang terutama dari olahraga sejuta umat, Sepakbola.   

KKN is backkkk..(for me)

December 2nd, 2006 by zaoxs

Mulai hari kemarin, gw resmi kembali bergabung dengan anak2 dari fakultas lain untuk melakukan kegiatan KKN… Kenapa keliatannya begitu penting..? jawabannya karena sudah hampir selama 2 bulanan gw gak pernah ikut semua kegiatan yang berbau KKN mulai dari rapat-rapat kecil ampe kegiatannya itu sendiri. dari sebelum Lebaran, pas ramadhan hingga kemarin. tadinya sempet was-was juga gimana reaksi anak2 yang lain menyambut kedatangan "The Lost Boy" ini, sempet bimbang antara ngedrop pa nekat dateng pasang tampang gak tau malu.Tapi daripada semester depan kembali berkutat dengan kegiatan-kegiatan yang bagi anak-anak jurusan gw kurang jelas kegunaannya mendingan sekarang aja dengan pasang tampang cuek. Untungnya di kelompok KKN gw ada Angger yang selalu  memberi tahu anak2 bagimana sibuknya gw di Bulan November ini sehingga setidaknya anak2 bisa menerima ketidakhadiran gw.. Sambutan mereka atas kedatangan gw ternyata tidaklah seburuk yang gw bayangin, mereka masih menyambut salah satu anggota "ter-rajin"nya ini. Cuma ya gw harus sedikit menahan sindiran-sindiran kecil dari anak2 seperti menjawab pertanyaan "kemana aja…?"…"Ni dia orang yang lagi sibuk" yang selalu gw jawab dengan nyengir kuda. Perasaan bersalah tentu ada di diri gw, oleh karenanya pas acara kemarin gw usahain sebisa mungkin menjadi orang tersibuk untuk membantu kelancaran acara. Beli Aqua,ngangkutin n nata bangku, benerin sound system, berkomunikasi dengan penduduk setempat (karena cuma gw kayaknya yang bisa ngomong sunda halusan dikit) dsb. Yah at least…gw nyumbang tenaga juga untuk kegiatan KKN ini…..

   

Nice Dream

October 10th, 2006 by zaoxs

INTRO:     Cmaj7  //  Badd11  //  Bb  //  Aadd9
           Cmaj7  //  Badd11  //  Bb

BRIDGE:     Aadd9  //  A*  //  Aadd9  // A*

VERSE 1:     Aadd9                    D
        They love me like I was their brother,
                                E7sus4    E7
        They protect me, listen to me.
             Aadd9              D
        They dug me my very own garden,
                                  E7sus4    E7
        Gave me sunshine, made me happy.

CHORUS 1:     Bm11        E7          (BRIDGE)
         Nice dream, nice dream, nice dream.

VERSE 2: (same chords as verse 1)
        I call up my friend the good angel,
        But she’s out with her ansaphone.
        She say’s that she’d love to come help,
        But the sea would electrocute us all.

CHORUS 2:     Bm11        E7          Aadd9       B7/F#
         Nice dream, nice dream, nice dream, nice dream,
              Bm11        E7          Bb
         Nice dream, nice dream, nice dream.

INSTRUMENTAL: Asus2  //  Bsus4  //  Cmaj7*  //  D*   (x4)

CHORUS REPRISE: Bm11 // Bm11 B9-Aadd9* // E7sus4 // E7sus4 Aadd9/E
                Aadd9 // Aadd9 // B7/F# // B7/F# //
                Bm11 // Bm11 B9-Aadd9* // E7sus4 // E7

                     Aadd9       B7/F#       Bm11        Bbmaj7add#11b9
                Nice dream, nice dream, nice dream, nice dream

Nice Dream.. u are rarely coming to me. where did u go? hope u will be back soon.